Minggu, 14 Februari 2016

Mukaddimah

Bismillahirrahmaanirrahim.
Hamdan wa syukran lillahi, Ar-rahman Ar-rahim. Dia yang Alim Al-Aziz. Malik As-samawati wal Ardi. Yang memberikan setiap hembusan nafas pada para mahluknya yang hidup di dunia ini. Yang senantiasa memberikan rizki tanpa pandang bulu. Yang mencurahkan ilmu dan wahyu kepada para hambanya yang berfikir.

Pembaca yang budiman, perlu kita sadari dan tafakuri setiap hal dalam agama islam. Islam bukanlah ajaran yang datang darib padang pasir, dibawa oleh seorang ummi. Tapi islam adalah ajaran mulia yang dianut manusia sejak pertama tercipta, ajaran yang kian diperbaharui para rasul demi mengagungkan satu nama yang esa, dan akhirnya menjadi sempurna oleh Rasulullah Salallahu 'Alaihi wasallam.

Islam sederhananya dapat dipelajari dari Al-Qur'an dan Sunnah. Namun, perlu adan usaha lebih dari sekedar membaca dan mengartikan keduanya. Hikmah sejati dari setiap perintah, larangan, keutamaan tidaklah sedalam tengkuk manusia. Hikmah dari ajaran ini menjadi tak terbatas, terutama bagi orang yang berfikir dan mengabdi dengan ikhlas.

Ada banyak hal yang harus difahami dalam kehidupan ini. Islam menjelaskan dengan lugas pengetahuan dan anjuran-anjurannya. Baik dari sisi pergaulan sosial, kaifiyat ibadah, kebutuhan rohani, kebersihan dan kesehatan jasmani, kehidupan sehari-hari, kasab dan profesionalisme, jihad hingga tatanan kepemimpinan.

Perlu waktu untuk memahami islam dan menjadi muslim yang kaffah. Selain menunaikan lima rukun islam, kesempurnaan islam diraih dengan tafaqquh fiddin. Tholabul ilmi menjadi hal yang wajib untuk menunaikannya. Lantas dari setiap ilmu dan hidayah yang diterima, perlu disampaikan ulang hingga sampai ke ujung dunia. Itulah peranan dakwah. Misi mulia setiap muslim.

Yang dapat dibaca dari kabar manusia hari ini adalah krisis iman dan moral. Kesenjangan sosial terlahir dan menebar penderitaan. Kesesatan menjadi duri bagi para penelusur jalan ke surga. Fitnah dan permusuhan, perang dan muslihat, ghazwul fikri, semua menjadi bilah-bilah tajam yang siap merobek keimanan hakiki. Mengoyak fitrah manusia sebagai muslim.

Maka dari itu, para pembaca yang budiman, saya sebagai seorang muslim yang berkeinginan berbagi ilmu dan hikmah yang saya terima, ingin mengajak anda untuk ikut serta mengkaji berbagai persoalan yang insyaallah memahamkan kita akan agama. Kurang lebihnya saya dalam menyampaikan tentunya menegaskan ketidak sempurnaan dan status saya sebagai pembelajar abadi. Yang penting dari semuanya adalah, timbul interaksi tukar ilmu dan proses diskusi menuju finis yang mulia dan bermartabat. Menjadi muslim yang kaffah.

Berbanggalah menjadi muslim. Sejarah manusia membuktikan islam adalah senjata kuat untuk menumbuhkan kejayaan. Berfikirlah kalian yang telah memiliki islam namun tak mendapatkan kemuliaan dan kejayaan.

Barokallahuliwalaka,
Assalamu'alaikum warahmatullah,

Salam tarbiyah,
Reja Marjana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar